DESAIN SISTEM KONTROL KETINGGIAN AIR BENDUNGAN MENGGUNAKAN METODE OPTIMASI GENETIC ALGORITHM
Referensi: Setiawan, A., Zuhrie, M. S., Anifah, L., & Buditjahjanto, I. G. P. A. (2021). Desain Sistem Kontrol Ketinggian Air Bendungan Menggunakan Metode Optimasi Genetic Algorithm. JURNAL TEKNIK ELEKTRO, 10(2), 517-525.
1. Pendahuluan [Kembali]
Bendungan adalah suatu wadah untuk menampung maupun menahan air, dimana air teraebut dapat dimanfaarkan untuk berbagai tujuan. Manfaat dari bendungan sangat banyak, salah satunya yaitu sebagai pengendali banjir, sehingga tidak terjadi bencana banjir dalam suatu wilayah tersebut. Metode optimasi Algoritma Genetika bertujuan mencari nilai Kp, Ki, dan Kd dengan optimal yang mana nilai tersebut akan diterapkan pada kontrol PID.
- Pendekatan penelitian -> kuantitatif
- Instrumen pengumpulan data -> Matlab 2016a
- Rancangan penelitian
- Desain sistem
- Pemodelan dinamik bangunan
- Input: ketinggian air
- Sensor: ultrasonik
- Aktuator: motor DC
- Perancangan software

- Sistem orde 2
- Kontroler PID
- Genetic Algorithm
Tahapan proses Genetic Algorithm:
- Generate Initial Population: menentukan beberapa individu dari populasi yang mana mempresentasikan sebagai permasalahan.
- Find fitness function: hitung berapa skor fitnes pada setiap individu dan mengetahui kualitasnya
- Selection: individu yang mempunyai kualitas yang baik mewariskan gen individu pada generasi selanjutnya
- Crossover: rekombinasi agar mendapatkan individu bagus
- Mutation: dari beberapa gen dengan kemungkinan acak yang rendah pada keturunan baru yang telah terbentuk
Menggunakan plant baru, dari jurnal OPTIMASI KONTROL PID UNTUK KENDALI KECEPATAN MOTOR DC MENGGUNAKAN METODE METAHEURISTIK, Eddy Lybrech Talakua, Yoga Alif Kurnia Utama, Indra Andriyanto, Universitas Widya Kartika
Pengaturan Fisik Motor DC
Sirkuit ekivalen elektrik dari armature dan body free diagram rotor ditunjukkan pada gambar berikut
Tabel 2.1 Parameter fisik untuk motor dc.
Persamaan Fungsi Transfer dari Sistem Kontrol Umpan Balik
Torsi yang dihasilkan oleh motor DC sebanding dengan arus jangkar dan kekuatan medan magnet. Di contoh ini kita akan menganggap bahwa medan magnet adalah konstan. Karena itu, torsi motor hanya proporsional arus jangkar i oleh faktor konstan Kt seperti yang ditunjukkan pada persamaan di bawah ini. Ini disebut sebagai armature controlled motor.
Dalam unit SI, torsi motor dan konstanta belakang adalah sama, yaitu, Kt = Ke ; oleh karena itu, digunakan K untuk mewakili baik konstanta torsi motor dan konstanta belakang. kita bisa mendapatkan yang berikut ini mengatur persamaan berdasarkan hukum ke-2 Newton dan Hukum tegangan Kirchhoff.
Menerapkan transformasi Laplace, pemodelan di atas persamaan dapat diungkapkan dalam hal variabel Laplace.
Function transfer Open-loop berikut dengan menghilangkan I(s) antara dua persamaan di atas, di mana kecepatan dianggap sebagai output dan tegangan angker dianggap sebagai masukan :Sistem kontrol umpan balik sering disebut sebagai sistem kontrol close loop. Dalam sistem kontrol ini, sinyal aktuating, yang merupakan perbedaan antara sinyal input dan sinyal umpan balik dimasukkan ke pengontrol sehingga dapat mengurangi kesalahan dan membawa output dari sistem ke nilai yang diinginkan. Istilah kontrol close loop selalu menyiratkan penggunaan tindakan kontrol umpan balik untuk mengurangi kesalahan sistem.
Sehingga, Plant close loop :
- Pemodelan sistem
Set point: 10 cm
- Perancangan kontroler PID
Pada percobaan yang telah dilakukan, diperlukan beberapa kali percobaan sampai mencapai 4 iterasi dan didapatkan nilai Kp = 4.75, Ki = 0.069, Kd = 59,666.
- Perancangan simulasi pada Matlab
- Pengujian respon sistem
Pengujian respon dengan set point 10 cm, 12 cm, 14 cm.
Simpulan
Metode optimasi Algoritma Genetika dapat mengontrol ketinggian air bendungan dengan cukup baik karena dapat memberikan suatu respon yang sama dengan set point yang telah ditetapkan. Dengan optimasi Genetic Algorithm didapatkan nilai Kp = 4.75, Ki = 0.069, Kd = 59,666 yang mana pada respon yang dihasilkan tidak terdapat overshoot.
Saran
Pada plant terbaru, grafik menunjukkan bahwa respon mencapai set point lebih cepat dibandingkan plant sebelumnya.
Video simulasi optimtool
Video simulasi simulink
Video realisasi saran
HTML↠ klik disini
Video ↠ klik disini
Listing Program ↠ klik disini
Simulink MATLAB ↠ klik disini
a




























0 Komentar